Sunday, January 5, 2014

Teori Hantu Internasional

Yaapppp.... sampai jam 12 malam merenung gak jelas, dan akhirnya terlintas di pikiranku untuk nulis masalah yang cukup bikin penasaran, kenapa hantu di Indonesia tidak muncul di wilayah Inggris Raya? Padahal banyak warga Indonesia yang tinggal dan (bahkan) meninggal di negara ini. Well, berdasarkan hasil renungan malam ini, akhirnya aku sampai pada 5 kesimpulan, bahwa :

1. Adanya perbedaan iklim dan cuaca antara Indonesia dan Inggris menyebabkan tidak munculnya jenis-jenis hantu Indonesia di negara ini. Bayangkan saja kalau hantu jenis pocong, kuntilanak atau sundel bolong dengan pakaian yang hanya kain putih tipis, apalagi sundel bolong yang notabene bajunya juga ikut bolong, beredar di wilayah sedingin Inggris. Apa jadinya mereka nanti ? Belum lagi tuyul, apa dia sanggup nyolong duit cuma pake kolor doank?!

2. Perbedaan budaya otomatis memegang peranan penting sebagai dampak hantu-hantu Indonesia tidak go-internasional. Dengan pakaian yang seadanya seperti itu, mereka jelas tidak bisa ikut bergabung dengan hantu-hantu eropa yang mayoritas mengenakan pakaian lengkap, formal dan terkesan mewah. Bahasa juga menjadi kendala bagi mereka karena target sasaran mereka mayoritas adalah orang asing yang mungkin tidak paham bahwa mereka adalah hantu yang sedang berusaha mencuri perhatian.

3. Perbedaan zona waktu juga sepertinya berpengaruh besar. Bagaimana tidak, dengan perbedaan waktu 7 jam di musim dingin dan 6 jam di musim panas antara Inggris dengan Indonesia, membuat mereka kesulitan untuk berkomunikasi dengan kerabat, keluarga ataupun Raja hantu di negara asalnya. Saat rekan-rekannya bersiap untuk kembali ke kandang, rekannya di wilayah seberang sedang bersiap untuk keluar kandang. Dan begitu seterusnya. Memilukan

4. Jam kerja adalah faktor yang paling membuat hantu Indonesia tidak beredar di luar negeri. Bisa dibayangkan jika rekan-rekan mereka di Indonesia terpatok 10-11 jam kerja sepanjang tahun, hantu di Inggris mendapatkan variasi jam kerja sesuai dengan musim. Di musim dingin, malam lebih panjang daripada siang. Jam kerja mereka dimulai sejak pukul 4 sore (karena hari sudah gelap) dan berakhir pukul 8 pagi (karena matahari baru terbit). Ini menimbulkan kesenjangan bagi hantu-hantu yang bertugas di Inggris Raya. Jam kerja yang melebihi batas ditambah dengan target pencapaian perhatian yang tinggi membuat hantu enggan ke luar negeri. Walaupun nantinya akan berbalik pada saat musim panas, dimana mereka bertugas paling lama hanya 6 jam sehari.

5. Alarm atau penanda dimulai atau berakhirnya sebuah shift gentayangan juga sangat besar pengaruhnya terhadap penugasan di luar negeri. Di Indonesia, setiap adzan berkumandang, itu digunakan sebagai penanda bagi para hantu untuk memulai atau mengakhiri akitifitasnya. Adzan maghrib untuk shift tugas dan adzan subuh untuk mengakhiri shift tugas. Sementara bagi mereka yang di Inggris, jumlah masjid sangat sedikit, kalaupun ada tetap tidak terdengar adzan karena memang di negara ini muslim adalah umat minoritas dan suara kumandang adzan tidak diperkenankan. Hanya beberapa wilayah saja yang bisa mengumandangkan adzan seperti seharusnya. Hal ini jelas berbahaya bagi mereka yang sedang bertugas. Kalau hanya terlambat bertugas, itu bukan masalah yang berarti. Tapi bagaimana mereka mengakhiri tugas kalau adzan subuh tidak terdengar ? Akan sangat fatal bagi mereka karena bisa bertemu langsung dengan matahari. Bukannya mengakhiri jam tugas, tapi malah mengakhiri masa tugas sebagai hantu internasional.

Well, hanya sampai disitu hasil pemikiran malam ini. Hasil dari renungan atas kegalauan disertasi yang menyimpang. Kurang lebihnya dimaklumi saja, harap maklum ya! :D

Terima kasih :D
*undurdiri

No comments:

Post a Comment