Rutinitas kuliah
term pertama di City University berjalan normal dan seperti perkuliahan biasanya. Beneran normal sampai kadang bingung kenapa gak ada perbedaan antara kuliah di Indonesia dengan disini, cuma bahasa saja yang membedakan. Kuliah sebenarnya gak menyita banyak waktu, tapi metode
reading list yang diterapkan emang butuh ekstra waktu untuk bisa paham materi yang disampaikan. Selang beberapa minggu pertama perkuliahan, aku pun harus menyediakan waktu untuk menyempatkan diri menjelajah negara ini, seperti yang sudah aku ikrarkan sebelumnya. Kebetulan dalam waktu dekat, organisasi pelajar Indonesia, dikenal dengan nama PPI-UK, menggelar pertandingan olahraga antar pelajar Indonesia se-Inggris Raya. yaayy!! :p
Singkat cerita, pada hari-H, aku dan beberapa orang lainnya bersiap menuju Birmingham, kota dimana University of Birmingham menjadi tuan rumah untuk lomba kali ini. Tiket sudah dibeli dan siap untuk berangkat. Tapi sebelumnya aku mau cerita sedikit mengenai metode pembelian tiket kereta di sini. Sistem pembeliannya sudah menganut sistem online tapi untuk bukti fisik tiket tetap harus mengambil tiket yang dicetak di stasiun terdekat, dimana mesin pencetak tiket atau
counter tiket resmi tersedia (tidak bisa dikirim melalui email) dan kemungkinan besar ini berlaku untuk semua pembelian tiket kereta. Pertama kali beli aku agak bingung tentang bagaimana cara pengambilan tiket kereta. Karena keberangkatan kami semua ke Birmingham tepat pada pukul 7 pagi, sedikit lebih awal karena harga yang murah, aku akhirnya memutuskan untuk mengambil tiket terlebih dahulu beberapa hari sebelum hari-H saat kebetulan melewati stasiun dekat kampus.
 |
| Ticket Collection Point |
 |
| Mesin Pencetak Tiket |
Pengambilan tiket yang dibeli online bisa diambil di mesin pengambilan tiket yang mencetak langsung semua tiket yang dibeli dalam satu kode booking. Saat itu aku membeli tiket untuk dua orang
return ticket ke Birmingham dan dalam satu kali perjalanan akan dicetak dua kupon per orang ditambah satu kupon bukti penerimaan. Hasilnya, kupon yang aku terima untuk tiket tercetak sebanyak delapan lembar kupon ditambah satu bukti penerimaan, totalnya sembilan! bingung waktu pertama kali nerima tiket sebanyak itu, akhirnya aku putuskan untuk bertanya ke petugas dan mendapatkan penjelasan yang rinci. Well, I got it! :)
Setelah sehari sebelumnya membeli bekal untuk cadangan makanan selama di perjalanan, pagi harinya kami bangun sedikit telat dan hasilnya kami harus berlomba dengan waktu. Jam menunjukkan pukul 06.56 saat kami tiba di Euston station, tempat dimana Virgin train akan menjemput kami menuju ke Birmingham. Kami berlari sebisanya untuk dapat mencapai kereta yang sudah menunggu dan ternyata belum ditinggal, hanya tersisa 3 menit saat kami menunjukkan tiket masuk dan akhirnya bisa santai berjalan menuju kereta. Posisi gerbong kami ada di bagian depan, jadi kami harus berjalan dari pintu masuk
platform dimana gerbong paling akhir dari kereta persis di depan pemeriksaan tiket. Sedang santainya berjalan, tiba-tiba pintu kereta tertutup dan kami langsung shock!! Buru-buru kami menuju pintu masuk terdekat dan menekan tombol untuk membuka pintu, untungnya masih bisa terbuka. Demi alasan keamanan (biar gak ditinggal), akhirnya kamipun berjalan di dalam kereta melewati gerbong demi gerbong sampai dimana kursi berhadapan dengan soket listrik yang sudah aku
reserved sebelumnya berada. Belum selesai kami mengatur barang-barang dan tas di tempat yang disediakan di atas kursi kami, kereta sudah berjalan meninggalkan Euston Station secara perlahan. Aku dan temanku cuma bisa bengong, masih untung gak ditinggal! Tidak ada pemberitahuan kereta akan segera berangkat (atau mungkin karena kita telat, jadi gak denger) tiba-tiba saja kereta meluncur. Duuhh legaa sudah masuk di gerbong kereta. :p
 |
| Kereta eksekutif harga ekonomi :p |
Sepanjang perjalanan, kami untuk pertama kalinya diperlihatkan pemandangan daerah pedesaan Inggris Raya yang hijau dan berkabut pagi itu. Bener-bener harus dijelajahi yang namanya
country side di UK. Sambil ngemil dan berusaha menghemat bahan baku perjalanan, kami sesekali berbicara dengan penumpang lain yang kebetulan juga pelajar di London. Sampai akhirnya dia turun di salah satu stasiun pemberhentian kereta dan kamipun akhirnya melanjutkan aktifitas mengunyah kami sampai akhirnya tiba di Birmingham.
 |
| Poser :D |
Keluar dari kereta kami bergabung dengan 1 orang kawan yang duduknya terpisah di gerbong lain dalam kereta yang sama dan dia juga salah satu peserta lomba perwakilan dari Lancaster (harusnya London, tapi karna telat daftar, jadinya masuk ke Lancaster). Kami keluar dari stasiun dan berusaha mencari pemberhentian bus terdekat untuk mengantar kami ke University of Birmingham, tempat dimana lomba diadakan. Kamipun akhirnya naik ke bus dan membeli
one-day-travelcard supaya aman kalau nanti mau jalan muter-muter keliling kota. Padahal seharusnya kami bisa membeli tiket grup yang jauh lebih murah daripada beli tiket masing-masing orang. Pelajaran yang berharga kalau mendatangi kota-kota di luar London,
cari kemungkinan tiket bus termurah!! Dan satu lagi yang gak boleh dilupakan kalau bepergian dengan bus di Birmingham, jangan lupa bawa gadget! karena tidak seperti di London, bus kota di Birmingham tidak dilengkapi dengan pemberitahuan
bus stop. Jadi, dengan aplikasi peta di gadget, dijamin gak bakal sesat!
 |
| Foggy Birmingham |
Turun dari bus, kami langsung menuju lokasi perlombaan dengan berjalan mengitari kampus yang ternyata luar biasa luas!! University of Birmingham, dengan posisi kampus yang berada di satu area luas, aku sempat beranggapan bahwa universitas ini mirip dengan UGM di Jogjakarta, luas dan terintegrasi. Tapi dari segi penataan, lingkungan, pemandangan, fasilitas dan banyak lagi, aku sadar kalau ternyata aku belum pernah lihat ada kampus seperti ini di kampung halaman. :p
 |
| University's Main Building |
 |
| Another poser :p |
 |
| Salah satu area University of Birmingham |
Kami akhirnya sampai di gedung olahraga, tempat dimana kompetisi tahun lalu diadakan. Dan ternyata lokasinya pindah di fasilitas olahraga berbeda di sisi lain dari area universitas, tempat dimana kami semua turun bus pertama kali. Ou yeah! akhirnya kami harus berjalan lagi dan lagi... Great!!
 |
| Main catur, anyone? :p |
Setelah tempat olahraga diketemukan, peserta lomba langsung menuju arena dan kami sebagai penonton sekaligus suporter yang baik harus mendukung, tapi setelah makan pastinya! :D
Setiap ada
event Indonesia seperti ini, yang namanya bazar makanan gak boleh dilewatkan. Selain ada makanan nusantara, bahan baku masak seperti bumbu dapur, sambal terasi, tempe dan kawan-kawannya banyak dijual di bazar. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan memborong! :p
 |
| Lokasi bazar makanan nusantara :D |
Setelah makan nasi rames dan ketoprak, kami pun kembali menuju arena perlombaan untuk menonton pertandingan badminton secara maraton sehari penuh, dari penyisihan sampai final. Sampai akhirnya tim yang kami dukung tersingkir dan hanya meraih juara 3 Badminton ganda putra. Well, gak masalah, yang penting fun.
Keluar dari arena olahraga, kami berhenti sejenak untuk menikmati pertandingan rugby, dan saat kami sampai pas banget acara pembuka pertandingan, which is waktunya
cheerleader beraksi
. :p
 |
| Rugby! |
 |
| Gak motret cheerlead beneran, yang KW juga boleh :D |
Hanya sebentar kami menonton pertandingan rugby karena terikat dengan jadwal kereta yang sudah mepet, kamipun langsung menuju stasiun kereta dan stand by di warung mas Donald di stasiun untuk mengisi perut. Baru setelahnya kami naik ke kereta London Midland dengan pemberhentian sebanyak 24 stasiun! beda dengan Virgin train yang hanya berhenti di 4 sampai 5 stasiun. Pfftt... namanya aja tiket murah!
 |
| Ganti kereta di sini! |
Bukan cuma banyaknya pemberhentian yang bikin semua penumpang
boring, tiba-tiba di stasiun Northampton semua penumpang menuju London harus berganti kereta karena kereta yang kami naiki ternyata hanya berhenti sampai di Northampton. Damn! Dinginnya malam (sekitar 5 derajat) yang membuat semua penumpang malas untuk turun dan menunggu kereta pengganti datang. Walaupun hanya menunggu 30 menit, tetap saja udara dingin terbukti memperparah tingkat kebetean kami semua. Untungnya dalam perjalanan pulang, kami semua yang datang dari London menumpang kereta yang sama, jadi banyak teman untuk mengobrol.
 |
| Waiting for the train |
 |
| Moving to other platform |
 |
| Finally train to London! |
Satu hal lagi sebenarnya yang aku dan kawanku kuatirkan. Tube dan DLR (kereta
underground dan
overground) terakhir menuju ke flat kami adalah pukul 00.45 dan waktunya sangat mepet dengan jadwal kedatangan kami di Euston station. Tapi namanya nasib masih baik, jam 00.30 kami lari menuju Tube di Euston station dan berganti kereta di stasiun bawah tanah Bank untuk berganti dengan DLR pada pukul 00.55. Untung masih terkejar kereta terakhir. Jadilah kami amaaan sampai di flat 20 menit setelahnya.
What a day! walaupun cukup melelahkan, tapi seru! Semua kota di UK, memang pantas untuk di jelajahi! Every pence spent is worth it! :)
No comments:
Post a Comment