Juli tahun lalu saya dan rekan kerja sekantoran enyah dari Pontianak untuk beberapa saat menghabiskan weekend di Batam. Kenapa Batam? kayaknya gak perlu dikasih tau, udah pasti karena dekat dengan Singapore! yups, kami memang sengaja memilih liburan di Batam karena memang ingin berkunjung beramai-ramai ke Singapore. Sebelumnya aku dan beberapa rekan kerja sudah pernah menjelajah Kuching bersama-sama dalam waktu yang sangat singkat karena kebetulan Pontianak dan Kuching berdekatan dan tidak perlu waktu yang lama untuk sampai ke sana.
Singkat cerita, kami akhirnya tiba di Batam siang hari dan langsung disambut dengan hangat oleh pihak agen tur lokal Batam yang nantinya akan menemani kami semua berkeliling di Batam dan Singapore.
Berhubung perut sudah kosong dan kami semua juga sepakat untuk makan siang dengan sebelumnya menyempatkan diri mengunjungi ikon kota Batam, which is Jembatan Barelang. Selesai dengan foto-foto, langsung kami diajak ke Restoran Yong Kee, yang terkenal dengan sup ikannya dan melahap habis apa yang sudah disediakan! Enyaaaakk... nyumm.. :p
Selesai makan adalah kegiatan yang paling membosankan selama aku berada di Batam, shopping! Yaah, aku gak pernah suka dengan kegiatan yang satu ini. Di samping barang-barang yang dijual kebanyakan bukan barang asli, seperti tas, jaket, dompet dan lainnya, aku memang gak terlalu suka sama kegiatan yang keutamaannya menghabiskan anggaran belanja untuk barang-barang yang belum aku perlukan. Jadi kita skip aja kegiatan belanjanya dan dilanjutkan dengan kegiatan malam harinya yakk... :D
Setelah istirahat sebentar sekaligus mandi di hotel, kami diajak ke pinggiran pantai untuk mencoba kuliner seafood di Batam. Dengan misi makan sekenyang-kenyangnya, aku pun akhirnya sampai di batas maksimal muatan perutku dan harus berhenti makan. hehehe...
Kembali ke hotel, beberapa rekan kerja ingin sekedar nongkrong di pinggiran pantai yang katanya pada malam hari bisa langsung melihat Singapore dari kejauhan. Jadilah beberapa orang termasuk aku pergi ke pinggiran pantai dengan menggunakan taksi. Sesampai disana sepertinya kami sudah terlalu malam, dan yang masih buka di pinggiran pantai hanya pub, club dan sejenisnya. Selain itu yang membuat suasana malam itu kurang menarik adalah, pemandangan ke arah laut yang gelap gulita dan tidak menunjukkan adanya cahaya lampu dari Singapore seperti yang diceritakan. Kami pun mengakhiri malam itu untuk langsung balik ke hotel dan beristirahat.
Tepat pukul 3 pagi, kami bersiap-siap dan mulai antri mandi dan segera turun untuk check out dari hotel setelah sebelumnya menyantap sarapan terlebih dahulu. 5.30 pagi kami langsung menuju mini bus dan berangkat ke pelabuhan untuk segera boarding ke boat antarnegara yang sudah siap mengantarkan kami untuk menginjakkan kaki di negara seberang.
Lebih kurang 1 jam perjalanan kami menembus laut yang memisahkan Batam dan Singapura, akhirnya kami pun menginjakkan kaki di Singapura. Belum juga boat merapat ke dermaga, orang-orang sudah bersiap-siap di depan pintu boat. Dengan keadaan yang cukup rame, aku heran kenapa mereka terburu-buru sekali untuk segera turun dari boat. Jawaban dari pertanyaan itu akhirnya muncul dengan sendirinya saat kami sampai di pintu boarder pelabuhan. Yapp, antriannya puanjaaaaaang bangeeet untuk proses imigrasi. Ada sekitar 40 menit kami berdiri di antrian sampai akhirnya proses imigrasi selesai. keluar dari pelabuhan yang lebih tepatnya Mall pelabuhan. Belum pernah saya temukan di wilayah Indonesia manapun pelabuhan berikut pintu masuk antarnegara di dalam sebuah Mall besar! syndrom kampungitisku kumat di sini. :D
Keluar dari wilayah imigrasi kami langsung menuju bis yang sudah menunggu untuk mengajak kami berkeliling kota Singapura yang bersih dan tertata rapi. Baru kali ini aku melihat kota Singapura dari atas, karena biasanya setiap datang ke negara ini, kendaraan favoritku ada di bawah tanah, MRT. Kagum dengan tata kota di Singapura, kamipun diajak ke sebuah toko yang menjual coklat sekedar membeli oleh. "Sekedar" yang dimaksud disini adalah biaya yang dikeluarkan lebih dari cukup untuk makan 3 hari di Indonesia. Wheeww... gak masalah, yang ini coklat, bukan barang-barang kulit KW. :D
Selesai dengan kegiatan berbelanja coklat, kami langsung diajak ke kawasan yang wajib dikunjungi di Singapura, yaitu Raffles Place dimana patung Merlion bersemedi selama ini. Kami menghabiskan hampir 1 jam di tempat ini untuk sekedar foto-foto bersama dan melihat beberapa atraksi yang kebetulan sedang berlangsung disitu untuk kemudian beranjak ke pulau Sentosa.
Sentosa Island, tempat dimana kita bisa menghabiskan waktu, uang dan tenaga. Satu hari gak bakalan cukup untuk bisa memuaskan diri di kawasan Sentosa ini. Oleh karena itu kunjungan kami ke Pulau Sentosa hanya untuk mengunjungi satu tempat, Universal Studio! Di sinilah kami akan melewatkan sore untuk bermain sepuasnya di wahana yang dimiliki Universal Studio.
Pada kesepakatan awal, kami hanya berada di Universal Studios tidak lebih dari 4 jam. Tapi beberapa dari kami tidak setuju, dan itu termasuk saya! :p
Setelah berdiskusi dengan beberapa teman yang tidak sependapat, kami pun setuju untuk tinggal sampai hingar bingar kembang api selesai mewarnai langit malam resort Sentosa. Akibatnya big boss kami pun ngambek! :D maafkan lah yaa pak, gak tiap hari ini membangkang perintah :p
Memuaskan diri dengan akhirnya menaiki wahana roller coaster sampai 3 kali (wajib dicoba naik roller coaster saat sunset, thrilling yet beautiful!), kamipun harus mengisi perut sambil berjalan-jalan di area sentosa. Sampai di restoran cepat saji kamipun berdiri dalam antrian untuk bisa memesan makanan. Tapi apa daya, hanya karena seorang bapak gendut yang rewel dan banyak maunya, kami sampai harus mengantri 35 menit dan hasilnya mengecewakan banget! kembang api akhirnya dimulai tanpa kami menyaksikan! cuma kepulan asap yang bisa kami rasakan saat sampai di pintu masuk Universal studios. Menggerutu sudah pasti, ditambah lagi kami harus segera naik MRT agar bisa sampai di hotel untuk beristirahat. Benar-benar KECEWA!
Esoknya kembali kelompok yang kemarin membangkang, akhirnya membangkang lagi secara legal (karena minta ijin dulu :p). Kami berpisah dari grup untuk bisa menyebrang ke Johor Bahru berbekal informasi yang saya dapat dari hasil browsing. Dan yaakkk, kami bisa menyebrang dengan hanya menggunakan MRT sampai di stasiun Kranji dan melanjutkan dengan bus kuning yang identik dengan bus antar perbatasan. Ini baru pertama kalinya kami merasakan pengalaman menyeberang ke negara tetangga menggunakan bus yang tidak terlalu besar (malah mirip bus kota) karena banyak penumpang yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Dengan tarif SGD 2, kami bisa menyebrang ke Johor Bahru hanya untuk makan siang, beli pop corn, lihat-lihat sepatu dan titip tas di locker berbayar. Setelah itu, kami bergegas kembali ke Singapore karena masih ada rute yang harus kami kejar untuk setelahnya berkumpul kembali di pelabuhan dan menyebrang balik ke Batam pada jam keberangkatan terakhir.
Kami tiba di hotel di Batam dengan senyum sumringah dan rasa capek yang sudah di ubun-ubun. Kamipun akhirnya masuk ke kamar masing-masing dan lenyap tanpa kabar :p
Esok paginya waktunya bagi kami untuk pulang kembali ke Pontianak dan dengan percaya diri yang tinggi sudah kembali merencanakan liburan bersama season 2 yang pada akhirnya saya tidak ikut menjadi peserta (return ticket sudah di tangan untuk travelmoon dengan istri) :p
Semoga aja laen kali ada lagii yaa temans :)
Lagi, foto keluarga emang wajib hukumnya :p
Pada kesepakatan awal, kami hanya berada di Universal Studios tidak lebih dari 4 jam. Tapi beberapa dari kami tidak setuju, dan itu termasuk saya! :p
Setelah berdiskusi dengan beberapa teman yang tidak sependapat, kami pun setuju untuk tinggal sampai hingar bingar kembang api selesai mewarnai langit malam resort Sentosa. Akibatnya big boss kami pun ngambek! :D maafkan lah yaa pak, gak tiap hari ini membangkang perintah :p
Memuaskan diri dengan akhirnya menaiki wahana roller coaster sampai 3 kali (wajib dicoba naik roller coaster saat sunset, thrilling yet beautiful!), kamipun harus mengisi perut sambil berjalan-jalan di area sentosa. Sampai di restoran cepat saji kamipun berdiri dalam antrian untuk bisa memesan makanan. Tapi apa daya, hanya karena seorang bapak gendut yang rewel dan banyak maunya, kami sampai harus mengantri 35 menit dan hasilnya mengecewakan banget! kembang api akhirnya dimulai tanpa kami menyaksikan! cuma kepulan asap yang bisa kami rasakan saat sampai di pintu masuk Universal studios. Menggerutu sudah pasti, ditambah lagi kami harus segera naik MRT agar bisa sampai di hotel untuk beristirahat. Benar-benar KECEWA!
Esoknya kembali kelompok yang kemarin membangkang, akhirnya membangkang lagi secara legal (karena minta ijin dulu :p). Kami berpisah dari grup untuk bisa menyebrang ke Johor Bahru berbekal informasi yang saya dapat dari hasil browsing. Dan yaakkk, kami bisa menyebrang dengan hanya menggunakan MRT sampai di stasiun Kranji dan melanjutkan dengan bus kuning yang identik dengan bus antar perbatasan. Ini baru pertama kalinya kami merasakan pengalaman menyeberang ke negara tetangga menggunakan bus yang tidak terlalu besar (malah mirip bus kota) karena banyak penumpang yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Dengan tarif SGD 2, kami bisa menyebrang ke Johor Bahru hanya untuk makan siang, beli pop corn, lihat-lihat sepatu dan titip tas di locker berbayar. Setelah itu, kami bergegas kembali ke Singapore karena masih ada rute yang harus kami kejar untuk setelahnya berkumpul kembali di pelabuhan dan menyebrang balik ke Batam pada jam keberangkatan terakhir.
Ganti pakai bus di stasiun Kranji
On our way back to Singapore
Johor Bahru Immigration
Johor Bahru Immigration building
Closing Party :p
Kami tiba di hotel di Batam dengan senyum sumringah dan rasa capek yang sudah di ubun-ubun. Kamipun akhirnya masuk ke kamar masing-masing dan lenyap tanpa kabar :p
Esok paginya waktunya bagi kami untuk pulang kembali ke Pontianak dan dengan percaya diri yang tinggi sudah kembali merencanakan liburan bersama season 2 yang pada akhirnya saya tidak ikut menjadi peserta (return ticket sudah di tangan untuk travelmoon dengan istri) :p
Semoga aja laen kali ada lagii yaa temans :)
No comments:
Post a Comment