Monday, May 5, 2014

London NYE 2014

Gak berapa lama setelah kepulanganku dari kunjungan singkat di Stonehenge, saatnya untuk hangout bareng sama teman-teman di acara malam tahun baru, tepat di depan London Eye, salah satu landmark kota London. Pergantian tahun kali ini sudah pasti gak bakal aku lewatin. Kalau malam tahun baru di kampung halaman, aku memang malas keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga dan tetangga, atau saat sudah kerja aku lebih banyak menghabiskan waktu di kantor bareng dengan co-worker yang lain untuk sekedar ngadain party kecil-kecilan (bakar jagung, ikan, ayam atau istilah kerennya barbeque) :p

Khusus di negara ini, kota London lebih tepatnya, aku mengharuskan untuk hadir di depan london eye hanya untuk menikmati pesta kembang api yang selalu diadakan dengan sangat meriah di pusat kota London. Gak peduli hujan atau rintangan lainnya, aku dan beberapa kawanpun mantap melangkahkan kaki menuju station terdekat dimana pesta kembang api diadakan. 6 jam sebelum tengah malam, kami pun sudah berkumpul di Somerset, salah satu kawasan yang dekat dengan London Eye, dimana saat itu kebetulan ada arena ice skating yang dibuka selama liburan musim dingin. Jadilah kami dan beberapa kawan lain menunggu sambil hanya melihat-lihat orang-orang yang meluncur di atas es buatan.

Skating at Somerset
Petugas Pengamanan menyebar!

View at Somerset

4 jam sebelum tengah malam, kamipun sudah bersiap di posisi dan karena timing yang baik, kamipun berhasil meraih tempat paling depan, walaupun tidak tepat berada di depan London Eye. New Year's Eve is about to start, in the next 4 hours! :p

Detik-detik menjelang kembang api di luncurkan, DJ masih terus memainkan lagu-lagu yang sepertinya sedang hits di London karena hanya beberapa lagu yang aku pernah dengar. Persis di 5 menit menjelang malam pergantian tahun, DJ akhirnya berhenti memainkan musik dan sebuah gedung tinggi dibelakang London Eye kemudian menampilkan wajah walikota London dan memberikan sambutannya. Such a huge face! :D

2 menit sebelum countdown dimulai, semua orang bersiap dengan kamera, smartphone atau alat perekam gambar dan video lain di tangan mereka. Ada yang sibuk membangunkan anak-anak mereka yang tertidur di jalan, ada juga yang hanya menonton sambil berpelukan dengan pasangannya. Pasangan yang dimaksud gak cuma lawan jenis, tapi juga sesama. There are lots of them!

1 menit terakhir, hitung mundur pun akhirnya dimulai dari detik ke 59, tapi saat 20 detik tersisa, saat itulah semua orang di venue ikut berteriak menghitung mundur hingga mencapai hitungan terakhir. Dan blaaaassssttttt.... Kembang api pun dimulai. Firework terindah yang pernah aku saksikan secara langsung seumur hidup! Bener-bener gak nyesal untuk rela datang dan menunggu berjam-jam sampai harus menahan diri untuk ke kamar kecil. Totally worth it!!

I Love London! :)

10 Seconds to blast!

9 Seconds to blast!

4!

3!

1.....

Blaasstttt

Walopun agak jauh, keep smile yakk :)






After party, kamipun harus berjalan sekitar 30 menit ke stasiun underground terdekat yang aktif. Karena dalam menyelenggarakan pesta kembang api, kawasan pertunjukan dan area sekitarnya benar-benar steril dari segala macam kendaraan dan transportasi. Walaupun begitu, tidak ada salahnya untuk berjalan kaki dengan segerombolan orang lain yang juga pulang searah dengan kami. Jalanan sangat ramai tanpa kendaraan satupun. Kami berjalan melewati terowongan, yang mana kalau kondisi normal selalu steril dari pejalan kaki. Sampai di stasiun underground, kamipun mendapat kabar yang lebih menggembirakan lagi. Semua transportasi umum malam itu sampai subuh diberlakukan free of charge! yesss.... it saved a lot of money! :)

Idk what tunnel is this!? :p

Sampai di rumah kurang lebih jam 1.30, aku pun langsung menyerbu toilet untuk menuntaskan hasrat yang sudah meluap-luap karena ditahan selama lebih dari 3 jam.  Well, that is not good! :D

New Year's Eve 2014 di London, gak akan pernah terlupakan, pastinya! :)

Saturday, February 22, 2014

Salisbury

Hari ke dua kunjungan kami di Amesbury, kami bangun sebelum matahari terbit dan menyempatkan diri untuk keluar rumah sejenak menghirup udara pagi pedesaan, masih dengan sedikit kekhawatiran soal anjing penjaga yang malam sebelumnya menyempatkan diri untuk mengejar kami. Kami melakukan ekspedisi kecil-kecilan sekaligus meregangkan otot-otot yang kaku dengan berjalan-jalan mengitari lahan perkebunan dan peternakan di sekitaran Amesbury dan untungnya pagi itu matahari bersinar cerah dan suhu juga bersahabat. Perfect buat keliling desa! :p


Baldy tree

Love the view!

The Sun!

Ranch!

Menuhin jalan! :p

Love it!


Traditional house

Setelah beberapa saat berkeliling, kami kembali ke rumah dan mendapat kejutan yang WOW!! Duo guguk penjaga pas sedang melakukan patroli dan kami pun tidak bisa berkutik! Satu dari empat orang yang berada di tengah halaman saat itu berhasil melarikan diri masuk ke dalam rumah, sementara tiga lainnya, termasuk aku, cuma bisa diam membisu! posisiku saat itu diam di balik mobil dan dua orang temanku yang lainnya benar-benar berdiri diam di tengah halaman bertatap muka langsung dengan duo guguk yang ternyata cuma menggonggong, bukan mencabik-cabik! Fyuuhh.... ternyata mereka anjing terlatih dan memang dilatih hanya untuk mengusir bukan untuk menyerang. Akupun keluar dari persembunyian dan duo guguk pun menghampiri, menggonggong, mengendus dan akhirnya ngeloyor aja ngacir! hadeeehh.... tau gitu semalem gak usah lari kocar kacir kiteee :D

Ini dia si duo guguk!

Selesai sarapan kamipun diajak oleh tuan rumah untuk pergi ke kota terdekat, Salisbury, dimana di sana terdapat katedral dengan pucuk menara yang tinggi, salah satu yang tertinggi di UK! Perjalanan dengan menggunakan mobil ditempuh selama kurang lebih 40 menit melalui jalur pedesaan yang cuantiiikkk! 

Setelah mengantarkan anak laki-lakinya mengaji di Islamic Center di Salisbury, kamipun menuju ke katedral di Salisbury yang menjadi salah satu tujuan wisata kota itu. Setelah menelusuri jalan-jalan kecil akhirnya kami sampai di lokasi katedral dan turun untuk menulusuri dan mengambil beberapa gambar disekitaran katedral. Arsitektur yang menawan dan cantik jadi andalan bangunan-bangunan kuno di negara ini. Kondisi yang sangat terawat dan lingkungan yang nyaman menjadikan lokasi-lokasi bangunan tua di negara ini sangat menarik untuk dikunjungi.


Silhoutte of the Cathedral

One of the highest!

Alley

Salisbury Cathedral

Let's walk

Huge!

Ciaaattttt....!!!

Cathedral's landscape

Sekitar satu jam kemudian, kamipun bersama-sama berjalan ke tempat mobil di parkir di bagian lain kota Salisbury melintasi pusat kota dan pertokoan dikawasan itu. Sekitar 30 menit berjalan, kamipun sampai di salah satu supermarket dengan lahan parkir yang sangat luas. Cukup jauh perjalanan melintasi kota tapi masih terbayarkan dengan keindahan kota kecil ini! 

Nah lo belok manee ? :p

Pasar aja begini :D

Hmmm.... no idea! :p


One of the city founder, I think! :p


Kamipun segera meluncur meninggalkan kota Salisbury dan menyempatkan diri untuk makan siang di rumah untuk kemudian langsung meluncur ke terminal bus di Amesbury.

Bareng sama tuan rumah, 

Perjalanan kali ini adalah salah satu yang berkesan selama aku belajar di negara ini. Semoga selama sisa masa studi nanti masih ada yang akan berkesan, dan hopefully bukan kesan negatif! :)

Wednesday, January 22, 2014

Amesbury and Hospitality

21 Desember 2013, beberapa hari menjelang Natal, aku dan beberapa teman kantor yang tergabung dalam Jamscholar (nama ciptaan sendiri) ditambah 2 orang teman dari kelompok Cheveners (penerima beasiswa Chevening) beranjak dari London untuk mengunjungi salah satu situs tersohor yang menjadi icon dari Inggris-Raya dan sering nongol di Windows default wallpaper, Stonehenge!

Itinerary sudah disusun jauh hari sebelumnya, tapi jumlah peserta yang ikut masih belum fix dan akhirnya baru bisa beli tiket saat waktu keberangkatan sudah mepet. Jadilah harga tiketnya sudah agak melambung, tapi tetap dipaksakan untuk bisa terlaksana apapun konsekuensinya! :D

Ada 3 alternatif transportasi umum untuk berkunjung ke Stonehenge. Yang pertama adalah dengan menumpang kereta api dengan tujuan Salisbury. Kami tidak memilih perjalan menggunakan kereta api pada waktu itu karena harga yang sudah melambung terlalu tinggi dan waktu keberangkatan sudah terlalu mepet jadinya harga return ticket pada saat itu mencapai 50 poundsterling lebih. Harga yang sungguh keterlaluan karena harusnya bisa mendapatkan separuh dari harga tersebut kalau beli jauh-jauh hari. Train option was eliminated right after it!
Alternatif ke dua adalah dengan menumpang bus, dan saat itu yang murah dan waktunya sangat fleksibel adalah National Express. Ada beberapa maskapai bis (...halah..) yang menuju Salisbury, tapi pada saat itu kami memilih National Express lebih karena harga yang masih murah dan waktu yang fleksibel.
Alternatif ke tiga adalah dengan mengikuti tur yang banyak diselenggarakan dan ditawarkan melalui email. Khusus untuk student, memang mendapatkan harga khusus dan potongannya lumayan untuk sekali makan di London dan berkesempatan mengunjungi dua lokasi wisata sekaligus, Stonehenge dan Bath, tempat yang juga terkenal dengan arsitektur yang cakeep. Sebenarnya pilihan yang satu ini sangat menarik dan masuk kategori super hemat, tapi kami lebih memilih untuk jalan sendiri karena selain waktu jadi lebih fleksibel, pengalaman yang didapat saat perjalanan menuju Stonehenge jadi lebih banyak dan merupakan pengalaman yang gak bakal bisa dilupakan :)

Waiting at Victoria Couch Station Gate 5

Tiket bus National Express sudah dibeli melalui layanan online dan kamipun sudah standby di Victoria Couch Station 15 menit sebelum jam keberangkatan yang ditentukan. Antrian di depan gate keberangkatan saat itu sangat padat. Dengan total sekitar 20 gate keberangkatan semuanya penuh sesak. Sepertinya trend mudik hari raya juga berlaku di negara ini. Begitu masuk di dalam bus, ternyata hanya beberapa kursi yang terisi dan bus pun langsung berangkat saat penumpang yang antri untuk naik sudah on-board semuanya. Mungkin karena saking nyamannya transportasi di negara ini, walaupun di musim mudik, bus tidak terlalu penuh dan tetap nyaman. Mungkin karena banyaknya frekuensi keberangkatan bus yang membuat jumlah penumpang tidak terlalu banyak. I consider my self as lucky enough to ride a couch in comfort! :)

Menyusuri jalur ke luar kota London menuju ke Bandara Heathrow, salah satu bandara terpadat di dunia, hujan turun dan situasi saat itu sedang sangat mendung. Sangat tidak cocok sebenarnya untuk aktifitas outdoor. Tapi seperti yang sudah aku bilang sebelumnya, "apapun konsekuensinya"! Jadi hujan ya tebas aja :p
Sekitar 3 jam perjalanan kami pun sampai di Amesbury dan turun di terminal bus di desa itu sementara bus melanjutkan perjalanannya menuju tujuan terakhirnya di Salisbury. Kami memilih turun di Amesbury karena berdasarkan informasi dari website resmi Stonehenge dan juga warga Indonesia yang tinggal di situ, perjalanan ke Stonehenge dari Amesbury bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 45 menit. Sedangkan kalau turun di Salisbury kita harus menyewa transportasi lagi untuk bisa ke lokasi Stonehenge karena jarak tempuhnya bisa bikin kaki gempor, sekitar 9 mil! 


Jalan lumayan menanjak, but still fun!

Berbekal aplikasi peta di iPhone dan uang tunai secukupnya, akhirnya kami melanjutkan jalan kaki menuju Stonehenge setelah sebelumnya berhenti sejenak untuk makan siang. Perjalanan dengan jalan kaki selama 45 menit gak seperti yang dibayangkan! Kalau sebelumnya kepikiran jalan kaki 45 menit di Indonesia sama aja dengan membakar kalori setara dengan lari maraton, jalan kaki di Inggris, khususnya daerah country-side, sangat nyaman karena udara yang dingin dan area pejalan kaki yang memadai membuat perjalanan jadi enteng. Lewat 30 menit perjalanan kamipun akhirnya menemui plang bertuliskan STONEHENGE dan setelah celingak-celinguk beberapa saat akhirnya dari kejauhan batu-batu yang disusun itu kelihatan, walaupun bentuknya dari kejauhan lebih seperti komedo di hidung Hulk. :p

Komedohenge, can you spot it? :D

Sayangnya setelah tulisan di plang itu, area pejalan kaki berubah menjadi rumput dan lumayan susah dilewati karena bechek dan gak ada ojhek. Well, stick to the plan, kita bablas aja! Dengan medan yang rumit dan jalan yang ternyata muter agak jauh, kami sampai di area Stonehenge dengan kondisi yang sudah cukup gelap. Sialnya lagi, kami datang bertepatan dengan Winter Solstice, hari pertama masuknya musim dingin, dan kabarnya akan diadakan ritual disana, jadi khusus hari itu Stonehenge tutup lebih awal. Mungkin itu juga sebabnya banyak orang yang menginap di sekitaran lokasi wisata dengan memakai mobil, malah ada yang cuma berbekal tenda, dan yang paling niat ada yang membawa trailer lengkap dengan istrinya (atau mungkin bukan istrinya) :p

Grass walkers!

Jadinya kami hanya sempat berfoto sebentar di lokasi luar pagar, dimana batu-batu itu bisa terlihat. Setelah itu kamipun menuju arah kota melewati rute yang lebih dekat (ini berkat informasi dari tour leader dari Salisbury). Kami berjalan dalam kondisi yang gelap gulita dan hanya berbekal lampu kecil dari powerbank untuk bisa menembus padang rumput dan sampai di jalan raya tempat plang Stonehenge berdiri. (Sh*t) tau gitu gak perlu muter jaoh-jaoh kalau sebelumnya kita sadar pagar yang kita ragukan keabsahannya ternyata gak dikunci. Damn...

Full team, minus Me!

Me, minus full team! :p

Kami pun langsung menuju rumah seorang WNI yang bekerja di Amesbury, sekali lagi dengan berbekal aplikasi peta dan kode pos rumahnya. Kami berjalan melalui jalan tembus yang lebih seperti hutan, dengan sepatu yang sedikit basah (thanks to tai kebo ataupun domba yang banyak bertebaran di lokasi foto sebelumnya) dan celana yang juga belepotan karena lumpur. Gak terlalu susah untuk bisa menemukan rumahnya karena bantuan dari peta (jadi inget kenapa Dora the explorer selalu mengingatkan tentang peta) dan setelah beberapa menit berjalan kamipun sampai di rumah yang nyaman dan disambut ramah oleh pasangan Algeria-Indonesia dan anak laki-lakinya. :)

Sempat diajak sebentar untuk belanja kebutuhan makanan untuk kemudian kembali lagi ke rumah untuk makan malam. Setelah makan, aku ambil gitar dan mulai memainkan (..yeaah..) tapi gak lama setelah itu, langit cerah dan kondisi pedesaan yang menggiurkan jadi menggerakkan aku untuk mengambil kamera dan mulai ber-slowspeed ria. Pemandangan malam yang menakjubkan dengan langit cerah dan... aaah bener-bener mirip seperti scene film werewolf, Harry Potter dan lain-lain. Sebenarnya lebih terkesan horor, tapi kami semua tidak merasakan aura horor! yang ada cuma amazed!

In love with this night view!

Sedang asik mengambil gambar dengan durasi 15-20 detik per-jepret, tiba-tiba dari arah rumah terdengar gonggongan anjing dan sekelebat aku melihat 2 ekor anjing (yang malam itu aku belum tau jenisnya) lari keluar dari rumah sebelah ke arah hutan. Sebelum anjing-anjing itu sadar bahwa ada orang asing di wilayah hutannya, aku dan 2 orang lainnya lari sekencang-kencangnya dengan menggenggam tripod dan kamera ke arah rumah tempat kami menginap. Masih beruntung kami saat itu masih bisa masuk walaupun sebenarnya anjing-anjing itu sudah bisa menangkap salah satu dari kita! Di sini lah sisi horor dari hunting malam di Amesbury, bukan karena vampir atau penyihir jahat dan manusia serigala, tapi karena anjing penjaga, Hell Hounds! Grrr.....

Can you read it? ha! :p

Our view before sleep.

Malas memikirkan urusan doggy, kamipun langsung tidur setelah sebelumnya jepret-jepret di dalam rumah, masih dengan menggunakan teknik slowspeed.

Tidur dengan kenyamanan hotel berbintang, itu yang aku dan kawan-kawan rasakan (kecuali seorang Jamscholar yang tidur di ruang tamu, dengan sofa yang cukup nyaman, karena cewek satu-satunya) :D

Kamar yang nyaman, kasur yang empuk dan hangat, what a good way to end a hilarious tiring day! Next, a visit to Salisbury Cathedral will be told right after this one! :)

Cheers,